September 23, 2012

Sungai Musi Penyaksi Sejarah Kita Warisi


Sungai Musi
Penyaksi setia di perbatasan waktu
Larian sejarah berlalu dan berlaku
Kedukan Bukit merakam bukti
Moyang keturunan wujud di sini
Mitos dan legenda pula mengatakan












Raja Melayu dari Bukit Seguntang
Iskandar Zulkarnain asal turunan
Turun ke Temasik dan Melaka
Rakyat jelata menumpah setia
dalam sejarah terus berlarian.

Malam ini di pinggir Sungai Musi
Gemerlap cahaya berlatarbelakang
Jambatan Ampera dimegahkan
Semeja secara santai dan mesra
Kita menggalurkan bukti asal Melayu
Mencari akarnya hidup tertanam
Pada iras wajah bersamaan
Pada bahasa, istilah pertuturan
Pada budaya, seni penghasilan
Pada nasib sejarah diwarisi
Ada persamaan namun ada perbedaan
Di sini letaknya istimewa kehadiran
Menggamit kami hadir membuat penelitian
Contoh batik yang kita pakai sama kategori pakaian
Namun  Batik Malaysia ada motif dan corak sendiri
Demikian Batik Palembang motif dan corak berlainan
Begitu songket, telepok dan  kelingkang
Sama nama namun motif corak bunga berlainan
Dapat dikias pula bagi berbagai bidang
Menggamit pencinta teliti mendalam.

Sungai Musi menyaksi
Kita dari anak zaman
Berpijak megah pada silam
Membezakan antara metos leginda
Angan-angan dan nostalgia
Mendambakan masyarakat celik budaya
Berjiwa seni berdaya kreativiti
Tebal nilai kebudayaan
Dalam dari segi kerohanian
Indah menggugah segi kesenian
Di dada menyimpan azam.
Di pinggir Sungai Musi
Secara santai kita bermesraan
Kita adalah dari satu turunan
Ada persamaan ada perbedaan
Menciri identiti nilai kedudukan
Kita adalah bersaudara
Sama mendamba silam
Sama menghantar harapan  
Sama melangkah ke masa depan.


Shafie Abu Bakar
Pinggir Sungai Musi,
Palembang.
03 Zulkaedah 1433
19 September 2012.

1 comment:

Anonymous said...

Sumpah Bukit Seguntang di antara Demang Lebar Daun dengan Sri Tri Buana tidak bersifat futuristik, membawa umat menjadi jumud dan tidak sesuai dengan Islam. Henti-hentikanlah Tuan.